Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Pojok Agribisnis


Blog EntryFeb 28, '09 3:24 AM
for everyone

Posted by  Wahyudi (iyud), tanggal : 28 Februari 2009

Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor                                                                                

APLIKASI BIOFERTILIZER  UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN

 

          Keterbatasan tersedianya jumlah input eksternal berupa unsur hara yang sangat besar dan berkala bagi tanaman pangan merupakan hal penting untuk diperhatikan baik oleh petani, pemerintah dan produsen pupuk. Keterbatasan input tersebut juga terjadi karena adanya program konservasi lahan yang membatasi penggunaan jumlah pupuk anorganik untuk menghindari kerusakan lingkungan. Masalah tersebut dapat meresahkan petani sebagai produsen tanaman pangan untuk mampu menghasilkan produksi yang maksimum.

            Tanaman pangan yang mempunyai jumlah permintaan produksi besar membuat pola penanaman dalam jumlah yang besar juga. Sehingga kebutuhan unsur hara juga sangat besar untuk budidaya tanaman pangan. Terobosan baru untuk menghasilkan produksi tanaman pangan yang maksimum sebagai pengganti aplikasi pupuk anorganik yaitu dengan menggunakan biofertilizer. Biofertilizer yang disebut juga pupuk hayati dapat meningkatkan dan mempertahankan kesuburan tanah baik secara fisik, kimia dan biologi tanah. Aplikasi biofertilizer umumnya digabung dengan pupuk organik menggunakan mikroorganisme seperti: Rhizobium, bakteri pelarut fosfat, mikoriza perombak selulosa, Effective Microorganism (EM), Azootobacter dan Azospirilium. Komposisi yang tepat dengan menggunakan mikroorganisme tersebut dapat diaplikasikan sebagai pupuk hayati atau biofertilizer untuk tanaman pangan. Aplikasi biofertilizer pada sistem budidaya tanaman pangan diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi dengan mengurangi dampak dari residu penggunaan pupuk anorganik. Meskipun biofertilizer memiliki waktu efektif aplikasi yang lebih lama bila dibandingkan pupuk anorganik, tetapi mempunyai dampak pada masa depan yang lebih baik untuk tetap mempertahankan unsur hara dalam tanah. Sehingga masalah keterbatasan tersedianya input eksternal berupa unsur hara, untuk produksi tanaman dapat dimodifikasi dengan menggunakan biofertilizer yang memiliki kelebihan dan kekurangan apabila dibandingkan dengan pupuk anorganik. @YU22    


Blog EntryDec 23, '08 9:56 AM
for everyone
Diversifikasi untuk Atasi Krisis Pangan


Jumat, 25 Januari, 2002 oleh: Siswono
Diversifikasi untuk Atasi Krisis Pangan
Gizi.net - UNTUK mengatasi krisis pangan saat ini, Kementerian Negara Riset dan Teknologi telah menyusun program diversifikasi pangan. Langkah tersebut dilakukan sebagai alternatif untuk mengantisipasi harga beras yang semakin tinggi serta untuk mengurangi impor pangan yang telah menghabiskan devisa negara dalam jumlah besar.

Demikian dikemukakan Staf Ahli Bidang Pangan Tien R Muchtadi di Jakarta, Selasa (22/1).

Di bawah koordinasi Departemen Pertanian, dengan Menteri Pertanian sebagai ketua pelaksana hariannya, Kementerian Negara Riset dan Teknologi bersama 13 departemen lainnya bergabung dalam Dewan Ketahanan Pangan yang bertugas untuk mengatasi krisis pangan sa
at ini.

Khusus untuk program diversifikasi pangan sebagai langkah utama, presiden dalam pidatonya yang disampaikan pada penyerahan penghargaan ketahanan pangan, November 2001, menginstruksikan Kementerian Riset dan Teknologi untuk menyusun langkah-langkah konkretnya.

Diversifikasi pangan dipilih sebagai langkah utama mengingat waktu yang diperlukan lebih pendek jika dibandingkan dengan program lain, seperti ekstensifikasi dan intensifikasi. Dengan diversifikasi pangan, masyarakat hanya perlu memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam tanaman yang dapat menjadi bahan makanan pokok selain padi, seperti jagung, ketela, dan umbi-umbian lainnya.

Hal ini berbeda dengan ekstensifikasi dan intensifikasi. Dengan ekstensifikasi, masyarakat harus membuka lahan baru. Untuk saat ini, tampaknya hal tersebut sulit dilakukan mengingat banyak lahan yang telah digunakan untuk keperluan lain seperti perumahan, perkantoran, pabrik, dan lain-lain.

Untuk intensidikasi juga diperlukan waktu lebih lama karena harus ada pembinaan pada masyarakat mengenai pengolahan lahan dengan menggunakan teknologi baru yang lebih efisien.

“Dengan program diversifikasi pangan berarti kita telah melakukan jalan pintas untuk mengatasi krisis, karena waktu yang diperlukan lebih singkat dibandingkan melalui ekstensifikasi dan intensifikasi,” ujar Tien Muchtadi.

Kendala program

Program diversifikasi pangan sebenarnya telah dikenal sejak puluhan tahun yang lalu.Namun, hingga saat ini belum menampakkan hasil maksimal. Mengenai kesulitan yang dihadapi, Tien Muchtadi mengatakan, kebijakan pemerintah tentang bahan pangan pokok seringkali dirasakan belum mendukung. Selain itu, belum memadainya teknologi yang mampu mendorong pengembangan diversifikasi pangan pokok non beras menjadi sebab lain.

Oleh karena itu, tahun 2002 ini Kementerian Riset dan Teknologi telah menyusun kebijakan dan menetapkan diversifikasi pangan pokok sebagai salah satu Riset Unggulan Strategis Nasional (Rusnas). Tujuannya adalah mendorong tercapainya diversifikasi pangan pokok sesuai dengan potensi daerah setempat yang pada akhirnya akan berkontribusi pada perekonomian dan pengembangan daerah yang bersangkutan.

Tien menyebutkan, dalam waktu dekat akan dilakukan sosialisasi penanaman jagung lahan-lahan kosong. Selain penanganannya yang lebih mudah dibandingkan dengan padi, jagung juga dapat diolah menjadi bahan baku lain, seperti tepung jagung dan minyak jagung.”Mudah-mudahan sosialisasi ini dapat mencapai target tahun 2004. Kalau berhasil, kami tinggal meneruskan program lain seperti pemanfaatan lahan untuk jenis pangan pokok yang lain, seperti ketela dan umbi-umbian yang lain,” ujar Tien Muchtadi. (m10)

Sumber : Kompas, Rabu, 23 Januari 2002

NoteComent
   
danimochtar wrote on Feb 12, '09
aww.yud,kog suepi bgt...
meyiud wrote on Feb 23, '08
asw...

iyud...............
phipied wrote on Jun 16, '07
Asw.haloo yud gmn kbar?wuisss sekarang dah punya web ya????????????????????? rencana munggah gununge tenen po guyon???????? piye UASe sukses ra???pasti sukses donk...amin....W3 PIPIT^_^
rateeeh wrote on May 31, '07
ass..
halo yud... foto lomba tegak deganya q copy ya, jd inget yang kemaren2 di pramuka. gmn kbr? sukses yo...
rateeeh
yu22 wrote on May 26, '07
trma kasih ya...

wahyu

MAJULAH PERTANIAN KU